Turen — Sejumlah jamaah dari Pimpinan Cabang (PC) Muhammadiyah Kepanjen yang berkumpul di Masjid Enha hadir mengikuti pengajian yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Malang di Turen. Keberangkatan rombongan tersebut menarik perhatian warga setempat karena menggunakan moda transportasi unik: kereta kelinci.
Kegiatan pengajian yang merupakan bagian dari agenda rutin PD Muhammadiyah Kabupaten Malang sekaligus Milad Muhammadiyah dan menampilkan nuansa kebersamaan yang hangat. Rombongan dari Kepanjen tiba di lokasi dengan membawa bendera organisasi dan suasana ramai penuh canda tawa, menunjukkan semangat kekeluargaan antar anggota. Pilihan menggunakan kereta kelinci dinilai memperkaya pengalaman perjalanan sekaligus memudahkan mobilitas kelompok yang terdiri dari berbagai usia.
Menurut perwakilan PC Muhammadiyah Kepanjen, penggunaan kereta kelinci bukan sekadar pilihan transportasi alternatif, melainkan juga wujud kebersamaan dan semangat gotong-royong antarjamaah. Selain menambah keceriaan, moda ini memungkinkan rombongan tetap berkumpul selama perjalanan sehingga mempererat tali silaturahim sebelum mengikuti pengajian.
Di lokasi pengajian, kegiatan berlangsung dengan khidmat. Materi pengajian disampaikan oleh pemateri dari PD Muhammadiyah Turen dan membahas tema-tema keagamaan serta penguatan peran organisasi di masyarakat. Beberapa jamaah menyampaikan bahwa kesempatan berkumpul dan bertukar informasi antar pimpinan cabang sangat penting untuk menyelaraskan program dan memperkuat sinergi. Mereka berharap pertemuan seperti ini terus digiatkan agar gerak organisasi di tingkat daerah dan cabang semakin terkoordinasi.
Kepala rombongan dari Masjid Enha menambahkan bahwa partisipasi aktif semua lapisan jamaah, termasuk anggota muda dan lansia, merupakan modal penting bagi keberlanjutan kegiatan dakwah dan pemberdayaan masyarakat. “Kami berangkat bersama-sama, kembali membawa semangat baru untuk diterapkan di Masjid Enha,” katanya.
Acara diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah antar peserta. Selain mendapatkan kajian keagamaan, para jamaah kembali ke Kepanjen dengan pengalaman perjalanan yang menyenangkan menggunakan kereta kelinci sebuah momen kecil yang memperkuat kebersamaan komunitas Muhammadiyah di wilayah tersebut.


