MALANGMU.COM, Poncokusumo – Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Poncokusumo punya cara yang unik dalam menyemarakkan Bulan Suci Ramadhan.
Jika kebanyakan orang memanfaatkan waktu menjelang berbuka puasa dengan berbagi Takjil di jalanan, AMM Poncokusumo justru bagi-bagi sayuran gratis untuk masyarakat di sekitaran kawasan Tugu Apel Masjid Assalam, Poncokusumo, Sabtu (22/03).
Di tengah arus lalu lintas yang cukup padat menjelang berbuka puasa, ratusan masyarakat dan pengguna jalan dengan antusias mengikuti kegiatan Assalam Berbagi Sayur.
Kendati pun sempat diwarnai hujan ringan, semangat masyarakat tetap tinggi untuk menerima paket bahan pangan gratis yang dibagikan oleh panitia.
Sekretaris PCPM Poncokusumo Difla Yustisiya Qur’ani mengatakan, kegiatan ini diinisiasi oleh Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Poncokusumo dan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Poncokusumo, serta didukung oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA), dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Assalam Poncokusumo.
Lebih lanjut Difla menuturkan, total lebih dari 500 paket bahan pangan dibagikan dalam kegiatan Assalam Berbagi sayur ini.
“Masing-masing berisi berbagai jenis sayuran segar, sebagian paket juga dilengkapi ayam, sementara yang lain berisi tahu dan tempe, sehingga bisa langsung dimasak untuk sahur atau berbuka puasa,” jelas Difla saat dihubungi oleh tim redaksi malangmu.com.
Saat ditanya mengenai alasan berbagi sayuran, Difla mengatakan bahwa sayuran lebih berdampak bagi masyarakat di saat melonjaknya harga pangan saat bulan Ramadhan.
Sementara itu, Ketua PCNA Poncokusumo Sholaita Akmala menambahkan, bahwa acara tersebut lahir dari dua gagasan utama. Awalnya, Ibu-ibu PCA telah lama menginginkan adanya kegiatan berbagi sayur, mengingat tingginya kebutuhan dapur rumah tangga terhadap sayuran. Di sisi lain, PCPM dan PCNA ingin mengadakan aksi filantropi Ramadan yang berbeda dari biasanya.
“Kegiatan ini awalnya adalah inisiatif dari ibunda-ibunda di PCA yang sudah lama ingin ada kegiatan berbagi sayur, di samping kegiatan pasar murah yang sudah rutin kita adakan. Sejalan dengan momen bulan Ramadan, teman-teman dari PCPM dan PCNA punya konsep acara filantropi, dan jadilah acara sore ini,” ujar Sholaita Akmala yang merupakan Ketua Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah Poncokusumo.
Proses Distribusi yang Terkoordinasi dengan Baik
Untuk memastikan kualitas bahan pangan tetap segar, seluruh sayuran dibeli langsung dalam kondisi fresh, sementara donatur yang menyumbang dalam bentuk sayuran juga memastikan produk yang dikirim dalam keadaan baik.
Sayuran ini terdiri dari berbagai jenis, seperti selada air, buncis, timun, kubis, tomat, cabai, sawi, dan lain-lain. Semua donasi sayur dikirim ke lokasi pada pagi hingga siang hari di hari yang sama, sebelum kemudian dikemas oleh panitia.
Proses packing dimulai sejak pukul 12.00 WIB di Masjid Assalam Poncokusumo. Relawan dari berbagai elemen Muhammadiyah bahu-membahu menyiapkan paket-paket yang akan dibagikan.
Semangat gotong royong begitu terasa di antara para panitia, yang tidak hanya terdiri dari pemuda dan pemudi, tetapi juga ibu-ibu dan jamaah lainnya yang turut membantu.
Antusiasme Warga di Luar Perkiraan
Antusiasme masyarakat yang begitu besar ternyata melebihi ekspektasi panitia.
“Kami cukup kaget dengan antusiasme dari jamaah dan donatur. Awalnya, kami hanya menargetkan 200 paket, namun alhamdulillah bisa terkumpul lebih dari 500. Terima kasih kepada Ayahanda PCM dan Ibunda PCA atas bantuan materi, kritik, saran, dan masukannya dalam pelaksanaan kegiatan ini, serta kepada seluruh donatur, khususnya warga Muhammadiyah Poncokusumo, atas partisipasinya,” ungkap Difla Yustisiya, Sekretaris PCPM Poncokusumo.
Momentum Ramadan dan lokasi strategis di tepi jalan raya menjelang waktu berbuka membuat acara ini semakin ramai.
Lewat Assalam Berbagi Sayur, panitia berharap kegiatan berbagi ramadan tidak hanya berfokus pada takjil yang sudah cukup umum dilaksanakan, tetapi juga bisa membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka dengan cara yang lebih kongkret dan berkelanjutan.
Panitia berharap kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk berbagi dengan cara yang kreatif dan bermanfaat.
Ramadan bukan hanya tentang berbagi makanan berbuka, tetapi juga tentang memastikan dapur setiap rumah tetap menyala dengan penuh keberkahan. (IR)